Friday, January 31, 2020

10 Pengalaman Mengesankan Saat 1 Bulan di Australia

Akhirnya, setelah dua tahun aku udah lama ngga nulis di Blog ini. Entah kenapa, hari ini 31 Januari 2020, tepat satu bulan aku menginjakkan kaki di Australia. Tiba-tiba mood menulisku muncul lagi.

Ya, ini adalah hari dimana aku masih belum menyangka kenapa aku bisa sampai di negeri maju yang dekat sekali dengan negara asalku. Karena dari dulu punya mimpi yang besar tapi aku masih insecure untuk mencapainya. Tapi, Tuhanku sungguh Maha-Maha-Maha Mendengar.
Jika ingin tau lebih lanjut kenapa aku di Australia, dan apa yang sedang aku lakukan disini, silakan bisa cek video di Youtube ku karena aku udah jelasin panjang lebar disana.

Walaupun baru satu bulan disini, tapi aku merasakan banyak sekali pengalaman yang belum tentu aku rasakan di Indonesia. Aku akan berikan beberapa poin pengalaman yang paling mengesankan selama satu bulan ini:

1. Mendapatkan Host Family yang nyantai (Aupair)


Jauh dari ekspektasiku untuk menjadi Cleaner dan Baby Sitter yang perfectionist, ternyata mereka adalah keluarga yang nyantai banget soal kebersihan. Mungkin bahasa kotornya mereka punya kebiasaan yang kurang bersih atau rapi. Jadi, setiap aku bersih-bersih yang menurutku itu biasa aja di Indonesia, menurut mereka aku Amaaaziing dan Wonderfullll. Tapi, kekurangannya adalah, ya, karena mereka sangat nyantai dan punya kebiasaan kurang bersih itulah, yang bikin aku setiap saat selalu 'ada' aja yang harus dibersihin. 

2. Rumah Host Family (Aupair) yang Chill banget


Jadi, rumah mereka yang berada di Toowoomba, Queensland, Australia itu berada di pedesaan. Tapi, pedesaan disini beda dengan di Indonesia. Rumah mereka 25 menit dari kota, punya tanah dan halaman depan belakang yang besar, rumah satu lantai yang modern dan kandang kuda yang luas. Karena letak rumahnya di atas, dan tepat sekali melihat sunset, aku jadi bisa chill setiap sore diiringi dengan alunan burung-burung liar dan suara hewan lainnya.

3. Makan dan masak makanan Australia


Pengalaman yang benar-benar baru dan disinilah akhirnya aku memasak HAHAHAHA. Karena sebelumnya ngga bisa masak di Indonesia, tapi disini aku dituntut untuk bisa masak. Makanan Australia itu enak, menurut mereka. Tapi lidahku belum cocok untuk makanan disini. Makanan Indonesia masih jadi yang juara untukkku. Selain murah, juga micin! hahaha..

4. Nyetir Mobil di Australia
Kalo di Bandung, paling ngga mau kalo harus nyetir mobil setiap saat. Karena selain macet. juga banyak kendaraan yang udah kaya mabok dijalan. Ngga tau aturan dan seenaknya aja. Beda dengan di Australia, khususnya di Toowoomba ini. Nyetir disini sungguh sangat chill sekali, ngga ada macet, aturan lalu lintas yang sangat konservatif, dan tentunya masyarakat yang sangaaaat patuh dengan aturan yang dikasih pemerintah. Aku udah bahas soal gimana nyetir mobil di Australia ini, ada di Youtube videoku yang ini.

5. Merasakan ban bocor saat jauh dan sendirian!


Ngga kayak di Indonesia, yang di setiap pinggiran jalan kita bisa menemukan tambal ban. Hari itu lagi zonk sekali karena saat itu aku ngelunturin baju Host Family ku, menghilangkan celana jeans anaknya, lalu ban bocor saat aku nganterin anaknya yang jauh banget dari rumah. Bisa bayangkan, itu jam 7 malam aku sendirian di tempat yang sepi, ngga ada orang sama sekali. Tapi Alhamdulillah akhirnya aku nelpon papanya Hostfam aku untuk datang lalu benerin bannya. Sungguh heart attack..

6. Eksplor jalanan yang bersih dan mirip The Sims!


Akhirnya aku bisa mengatakan bahwa, The Sims is Real! Ternyata referensi Games The Sims itu nyata adanya. Salah satunya mungkin kota di negara yang aku injak ini. Sepanjang jalan, mau itu di desa atau di kota, melihat beberapa pertokoan dan perumahan, lucu dan minimalis layaknya The Sims sungguhan. Bisa bayangkan isi Gallery HP ku ketika aku hunting di jalanan Toowoomba, Australia?

7. Pertama kalinya dapet job casual di bayar $15/hr
Alhamdulillah selain dapet job dari hostfamku, aku juga dapet job cleaning dari tantenya hostfamku. Itulah pertama kalinya aku dapet kerjaan secara langsung (cash on hand) dan disitulah aku pertama kalinya merasakan digaji dengan dollar HAHAHA. Disini, jadi cleaner itu ngga se-hina di Indonesia loh. Disini kita sangat dibutuhkan dan dihargai!

8. Pertama kalinya dekat dan merasakan baiknya Anjing!


Karena aku punya pengalaman buruk dengan anjing, dulu aku pernah dikejar dan digigit. Jadi sampai sekarang aku punya trauma setiap liat anjing. Tapi waktu aku disini, karena hostfam ku punya dua anjing poodle, aku jadi mau gamau harus bisa kenal dan ngurusnya. Dan sekarang, aku merasakan bahwa anjing itu baiiik dan loyal banget. Sama kaya kucing, aku jadi sayang sama mereka dan jadi ngga trauma lagi.





9. Belanja barang opshop (secondhand) di Vinnies


Selain di Indonesia, aku juga penasaran belanja barang Thrift Shop disini. Gimana sih dan berapa rata-rata harganya? Ternyata aku menemukan beberapa di kota ini. Salah duanya Vinnies dan Lifeline. Disana tokonya sangat rapih dan bersih, diatur sedemikian rupa seperti layaknya barang baru. Mereka juga punya program charity disetiap keuntungannya. Daaan aku mendapatkan baju seharga $2 dengan brand yang bagus!

10. Ketemu orang Bandung yang udah 21 tahun tinggal disini!


Entah kebetulan atau memang Tuhanku rencanakan. Aku ketemu sama orang Indonesia yang udah 21 tahun tinggal disini. Ternyata dia orang Bandung, satu halaman denganku!
Dia adalah kenalan dari hostfamily ku selama anaknya sekolah. Karena baru pertama kali ketemu orang Indonesia disini, kita sering ngobrol dan hangout bareng. Karena pengalaman 21 tahunnya yang mengesankan selama disini, aku bikin video soal pengalaman beliau selama disini. Stay tune di Channel Youtube ku yhaa! hahahahah promosi terus.

Sebenernya masih banyak sekali pengalaman yang lain. Tapi karena angkanya udah pas sepuluh, jadi udah aja deh. Untuk kamu yang mau tau lebih lagi soal pengalamanku disini, boleh cek media sosialku ya! Instagram, Youtube, atau Twitter.
Terima Kasih yang udah baca. Pesan dariku, jangan lupa, tugasmu hanya berusaha dan berdoa. Karena jalan hidupmu sudah ada garisnya.

Semoga impianmu tercapai ya!

© The Truth of Feeling
Maira Gall