Friday, December 11, 2020

Something that I missed.

In the windy weather, today, just today, Karratha Rain. Such an amazing day for me to start the day this morning. You know why? I was played with the rain when I drove to work with my motorcycle! I bought my work uniform, shoes, etc in my bag and just planned to get change in the cafe. Actually I woke up late, I just hurry to prepare mu clothes and gone. What a start?😝

That was busy in the cafe in the morning. Maybe because of rain, people come to get a hot coffee. After i finished my work, I'm so excited to hunting photos! I went to the road which that way through the beach. Pretty quite and has a good view. And in that way, I dopped my camera for the first time. Huft.

After that.. I went to Pilbara Bakehouse to grab a coffee and doughnuts. I sit for a while, for me time. I still there to write something that I missed, to think something that I missed, and to feel something that I missed. There are something that I missed;

1. Happy. 
To be alone, to be myself, to be a better me. I don't need anyone else to be here to make me happy. I just need myself. I feel I'm so glad to be here now, I can work, walk, run, breathe. I can do everything that I wanted.

 2. Peaceful.
Tried to figure myself, is my hobby. Sometimes I feel bad if I'm too ambitious, too fast to doing something. I'm too roughly, too rush. That's me, everyday. But, I always tried to forgive myself about it, and learn how to be better. 

3. Sincere.
Acceptance, that is not easy to accept whatever I do, and whatever I should get. Like.. I'm alone here. And, no one care. So, just look after myself and focus of myself is the best that I can accept. Accept whatever could happen as well. Like, lose someone, or lose something? I never know.

Thats all what I thought after I lost something, someone, and, get another new one. God is Good.

Monday, November 9, 2020

My Second Year Visa

 I didn't realized that now is November!! Time flies so quick.

And you know, I forgot to look after my current visa, that brings me to live here. I forgot to take care of my second year visa and what should I get it. I forgot if I want to apply my second year visa, the things that I should have is.. money. 

I just didn't realized that I should spend money for my visa. Thats why I bought and spend money to the things that maybe is not really important, but, maybe important. Like, Camera, Car, and put my money in the mutual funds and stocks.

Okay.. anyway. I can't write more words bcs I'm so panic at the moment. I have to think to apply my visa that would be expire soon and I didn't have enough money!

Lo's, Karratha


Wednesday, October 28, 2020

Sumpahku untuk Indonesia

Sumpah

Sumpah aku bungah, bungah berdiri di tanah itu
Tanah yang menjadi saksi, dimana aku berdikari
Belajar merangkak, berjalan, lalu berlari

Sumpah aku bangga, menjadi bagian dari bangsa itu
Bangsa yang beridentitas, beragam dan berwarna
Terbiasa gotong-royong, bersama bersukacita

Sumpah aku rindu, rindu bersua berbahasa
Mendengar, berpikir, tertawa berbahasa
Bahasaku Indonesia

Sumpah aku cinta, sumpah aku tresna.

Selamat Hari Sumpah Pemuda!

Monday, October 19, 2020

Stay longer in Karratha

Hi October

I miss writing, its been a while I'm not taking my book to write something. 
But.. ya, I've been good. Good physical, and also psychological. Offcourse. I always tried to good everyday.
I always tried to organized everything once a week, for doing exercise, financial report, and searching any ideas to grow my brain and emotion. Oh and sometimes walk in the evening to see the sunset also. Don't forget about grab a coffee in the morning.

mm.. I just realized that, I've been in Karratha for 5 months. I love it? yes. I love where I worked, what I'm doing, but.. ya I'm not found 'click' friends yet here. That's allright, I can play with myself for a second. Then I have to find some 'real' friends here. But.. not to bad for me. I still can me time and healing by myself.

And something that I aware is, my employeer asked me to stay longer here. So, maybe.. I will stay here until next year, March or April 2021.


Empire6714, Karratha
19 October 2020
Ipu

Monday, August 31, 2020

Self-Reflection Wheel

Beberapa minggu yang lalu sempet nge-drop karena mungkin terlalu banyak kerja dan kurang nongkrong atau rebahan.. jadinya cape fisik dan cape batin. Dari situ mulai sadar kalau hidup aku kurang seimbang. Ternyata hidup itu bukan cuma kerja-pulang-kerja-pulang. Akhirnya aku memutuskan untuk ambil dayoff untuk re-build myself  dengan nongkrong di coffeeshop sambil makan banana bread

Waktu me-time itu aku sempet inget, Gina (temen Australianku disini) sempet ngasih liat aku sebuah self-reflection dia yang bentuknya semacam Wheels. Aku nggak terlalu liat lebih jelas karena waktu itu kita buru-buru untuk hangout. Nah ini kurang lebih Self-reflection nya Gina yang sempet aku fotoin..

Saat itulah aku searching-searching soal itu. Apasih sebenernya Self-Reflection Wheel. Dan ternyata banyak banget macemnya. Diantaranya:



Nah ternyata banyak juga yang sebut itu Self-Care Wheel, tapi menurutku apapun namanya tujuannya tetep sama yaitu refleksi diri untuk menemukan keseimbangan. Dan akhirnya dari situ aku pilih teori yang menurutku fit to me, yang aku butuhkan adalah teori dari Olga Phoenix. Yang diantaramnya ada 6 Bidang yaitu:

            1. Physical
            2. Physicological
            3. Emotional
            4. Spiritual
            5. Personal
            6. Professional

Setelah itu, aku coba untuk breakdown satu-persatu dari semua bidang itu. Misalnya, dari Bidang Physical, keresahanku adalah aku mudah ngantuk, badan selalu pegel-pegel, dan gampang cape. Nah, dari keresahan itu aku cari solusinya (kebutuhan) yang aku perlukan biar keresahan itu menghilang ditelan kebahagiaan. Hahaha.
Dan solusinya adalah:

            1. Get enough sleep
            2. Take time off
            3. Yoga
            4. Eat healthy food, etc

Jadi intinya, yang harus di breakdown dari setiap bidang adalah keresahan kita dan solusinya (kebutuhan) kita. Kalau udah di breakdown, tulis di Wheel nya itu sendiri lalu tempel di kamar kita. Liat setiap pagi sebelum menjalani aktivitas, dan setiap malam menjelang tidur. Kalau perlu, caraku yang lain adalah masukin itu jadi sebuah "Task" dalam weekly plan kita. Jadi, setiap hari kita tau apa yang kita lakuin selain kerja. Dalam weekly plan itu ada Work, Task, dan Reflection. Jadi kita gak lupa untuk membenahi diri, untuk relax, untuk menantang diri setiap harinya selain cuma kerja!

Weekly Plan nya gimana? Hm, mungkin bakal aku bahas di tulisan selanjutnya. Atau kalau mau tanya lebih lanjut boleh dm aku aja di @intanpu. Kita belajar bareng-bareng soal ini. Aku bukan ekspert, aku hanya life-long-learner. Hahaha.

Anyway, ini hasil Self-Reflection Wheel ku. Kamu, selamat mencoba ya!


Wednesday, July 29, 2020

Mental Treatment in Karratha

Huh.. Finally. Finally I got some reflection day ((me time)) in a whole busy month. I almost drop. Why? Its not about physically drop, but more than that. Yes, it was my mental. The world gave me some.. mental treatments. Probably my God gave it to me because wants me to improve, and always be better everyday. And its because I'd pray for it. It was what I wanted. Thank You Allah!

Anyway.. My mental treatments are.. I got a "killers" senior in my workplace. They are always angry to me even I didn't made a mistakes. And then, I got a "lazy" or. "moody" work partner. Its sooo tiring when I'm working.

And you know, I feel like I had changed. My character before I come to Australia is like.. emotional, easy to get angry, stubborn, bossy, and I do something when I realized its false. And I fight for the right one. But when I'm here.. I couldn't angry. I couldn't say anything to anyone who treat me like what they are wanted. I always say sorry about everything. Sometimes I just crying alone when work finished.. Hahaha

But, I'm so glad. Maybe I changed to be better. And at least now I can handle my emotions. Thanks Australia, you makes me more..more.. mature than before.


Karratha, Australia

29 July 2020


Thursday, June 25, 2020

Hi Karratha!

 Oh, Hi! Karratha, How it is doing?

Thank you fir welcoming me as new chapter of my life. Today I was arrived in small town. So nervous.. Because tomorrow I'm going to work in the Coffee Shop on the town. The name is Empire6714. Yes, exactly as Barista. 

Ahh.. Hopefully doing well. And comfy. 

See you in the next story!


Karratha,

22 June 2020

Karratha Airport

Monday, June 22, 2020

Terima Kasih, Perth

 Perth, thank you for being my friend in the whole time. You are such a good friend for me. I really lucky to have you. I got a friend, coffee, beautiful environment, good employeerm and now, I had a beach in Scarborough! Here is rainy but.. still good. Listen a jazz music, eat salmon bagel, with a little boy.. my scooter! hahaha xx

Its good to see people in a beach. There are calm and convenient. But unfortunately I have to go. I have to go to build my dream. To always explore everything, learn everything, and create a good impact. On June 25, I'll going to Karratha to explore everthing in there and learning how to manage money. Hopefully it is all the best for me. May luck beside me.Thank You Allah.


Perth,

22 June 2020

Scarborough Beach

Monday, June 1, 2020

Perth dan Kesunyianku

Genap enam bulan sudah aku di Australia. Tinggal di tiga kota besar disini gampang-gampang susah. Banyak kejadian yang menyayat hati, ada juga yang melempar senyum. Hidup ini ternyata konsepnya sederhana, mau dimanapun kita berada, pada dasarnya adalah berusaha dan menerima. 

Sejak saat aku di Melbourne, akhir Bulan Maret aku pindah ke Perth karena ada tarawan kerja dari temanku di Coffee Shop. Sebenernya sama aja kerja jadi Barista lagi, cuma, yang kali ini lebih besar change nya untuk berkembang karena Speciality Coffee.  Nggak cuma praktek aja, tapi ilmu secara teoripun bisa aku galih disana. Karena aku datang ke Perth pada saat Covid-19 eksis, awalnya aku cuma kerja di Headspace Coffee, tapi karena ownernya punya Coffee Shop lain yaitu The Wolf Espresso, akupun ikut bantu-bantu disana. Itung-itung galih ilmu dan pengalaman.

Dua bulan lebih aku disini sampai akhirnya aku jatuh cinta dengan kota ini. Ternyata Perth lebih menyenangkan hati ini yang lebih suka kesendirian dan kesunyian.Aku jadi bisa jalan-jalan di kota tanpa grasak-grusuk berpapasan dengan orang lain. Tamannya yang bersih, sepi, juga sungainya yang biru juga bikin aku pengen berlama-lama berjemur dari sepulang kerja sampai matahari terbenam sambil nyalain lagu-lagunya Nosstress untuk intropeksi diri.


Monday, May 18, 2020

Losing Myself in Perth

 Hello Perth!

Actually, I already arrived in Perth on last March. And now, I realized that I fallingin love with this city. Very convenient and life balance its true than Melbourne. This city is good for honeymoon or couple's life because here is not a lot of international tourist who wants to holiday. There are mostly come for work.

Anyway, I already got a job 3hrs/day at Headspace Coffee. That's good for a Covid-19 life because mostlty there are coffee is close in the city. But I still figure it out what should I do next. I will find my way for get my second year visa to NT, or.. I dont know yet. Still thinking. I still try to re-plan my "Life" way.

Actually, now, I thought I losing myself. It's like, I don't know who I am. I feel like I losing my "real" character and identity that I had when I still in Indonesia. Now I just follow the way whats going on in front of me.. like no purpose, no more ambition, no more life.

I thought I'm an extrovert. So, when I in Bandung, I usually hangout or deeptalk with my support system for charge my energy. But now, maybe.. just maybe I feel like I'm alone. Even lonely. My energy is low and I'm overthinking. Eventhough, I just need to charge myself with talk to my support system  or share a story with them. Probably, when I get that, I can re-thinking and full charge. So I could be an ambitious and feel like "life" again. But.. I need to find the other way to charge myself because I dont have any "support system" here. Who can eyes to eyes, face to face talk. Oh God, I hope I doing well..


Ipu ,

Perth, 18 May 2020

Taman Victoria Park

Friday, March 20, 2020

Melbourne Airport

When I arrived in Melbourne, I didn't expect that. I got a job as Barista.. its the one of my dream. To be a Barista in a lovable city and trendy coffee shop Melbourne!!
Other than that, I've met a lot of friends here. Indonesian, and also international friends from Brazil, Turkey, China, Hongkong, and Iran. I never ever expact that!
But.. unfortunately, I should go to Perth. To build new chapter as Barista as well. My friend Barhel introduced me to Headspace Coffee in Perth to work there. SOo lukcy again and again, I am. Thanks God!
Now I'm in Melbourne Airport to flight to Perth. So, see you in my next journey!!~

March 20, 2020
Melbourne, Australia

Sunday, February 9, 2020

Melbourne dan Keberuntunganku

Weekend ini aku menulis di perpustakaan Brunswick, salah satu perpustakaan di dekat tempat tinggalku di Melbourne. 
Lima hari sudah aku berada di Melbourne, dan aku merasakan betapa nyamannya aku berada disini.
Selain keberuntunganku saat pertama kali aku tiba di Australia saat di Toowoomba kemarin, ada lagi keberuntunganku yang lain. 

Pertama, sebelum aku tiba di Melbourne, aku mencari cara bagaimana aku bisa tinggal dengan biaya yang kecil karena tabunganku belum cukup untuk rent room/house yang harganya rata-rata $200/week, setara Rp. 2.000.000/minggu. Cukup mahal memang biaya hidup di Melbourne jika kita belum punya pekerjaan.
Saat itu aku menemukan beberapa platform untuk aku bisa tinggal secara gratis atau paling tidak dengan biaya yang murah, dan diantaranya adalah ada di video ini.
Akhirnya aku menemukan seorang wanita lokal di salah satu platform tersebut dan dia hanya tinggal sendiri di daerah Northcote, Melbourne. Dia menerima tawaran aku untuk tinggal beberapa minggu di rumahnya. How lucky I am?!
Aku tiba di Melbourne pada senin malam, 3 Januari 2020. Saat itulah pertama kalinya ku bertemu dengan wanita lokal itu dan datang ke rumahnya yang sangat minimalis, klasik, dan vintage. Setelah ngobrol beberapa menit saja, aku sudah nyaman karena ternyata dia seorang Psikolog. Kita membahas beberapa obrolan yang ringan tentang hidup, self improvement, mental health, dan spiritual. Walau umurnya sudah belia, tapi aku lebih nyaman ngobrol dengan orang yang lebih dewasa secara pemikiran. And I was thought again... How lucky I am?!

Kedua, dua minggu sebelum aku tiba ke Melbourne, aku memang sudah apply kerjaan sebagai barista/kitchen hand dan menerima beberapa telepon dari employer. Ada tiga employer yang mau menunggu aku untuk tiba di Melbourne dan mengikuti trial di Cafe mereka. Beruntungnya adalah, Hari Senin malam, tanggal 3 Januari  aku tiba di Melbourne. Besok paginya, Selasa, tanggal 4 Januari, aku dipanggil trial disebuah Cafe Turkish. Trial berlangsung selama 2 jam, lalu dengan tegas dan to the point nya employer ini bilang kalau aku diterima dan sudah bisa mulai kerja besoknya. Dan ternyata, manager di Cafe Turkish itu pernah tinggal lama di Indonesia, tepatnya di Malang. Dia bilang, dia suka orang Indonesia karena kebanyakan orang Indonesia itu pekerja keras, bersih, dan totalitas.

Alhamdulillah, saat aku tiba, tidak ada jeda sama sekali untuk aku menganggur atau mencari pekerjaan dengan susah payah. Rejeki memang sudah diatur, bagaimana kita berusaha dan berdoa, itu yang benar-benar menjadi prinsipku saat ini karena aku merasakannya sendiri. Tuhan benar-benar membantu kita.
Tapi, untuk hidup di Melbourne, aku tidak bisa hanya punya satu pekerjaan. Aku masih harus terus mencari pekerjaan lain karena pekerjaan yang aku dapatkan di Cafe Turkish itu belum full satu minggu. Karena aku tidak mau ada hari yang kosong dimana aku menganggur sementara sebenarnya aku bisa untuk bekerja. Mungkin satu hari libur di hari biasa, karena jika bekerja saat weekend, gaji kita bisa dua kali lipat!

Monday, February 3, 2020

Brisbane Airport

I've never expect that.
I'd arrived in Queensland, Australia and I had a lot of gifted from Allah. I've got everything that I need. Like a nice host family, Indonesian friend, got a good facility, driving experience, and... I've got called from Employers to Trial in Coffee Shop in Melbourne. SooooOOOoo excited!
And now I'm in Airport from Brisbane to Melbourne. My Indonesian friend, Irna, look after me and drove me to here.Then.. my second journey is started. 
HI Melbourne... I'm Coming.. a lovable city!!

February 3, 2020
Brisbane Airport

Friday, January 31, 2020

10 Pengalaman Mengesankan Saat 1 Bulan di Australia

Akhirnya, setelah dua tahun aku udah lama ngga nulis di Blog ini. Entah kenapa, hari ini 31 Januari 2020, tepat satu bulan aku menginjakkan kaki di Australia. Tiba-tiba mood menulisku muncul lagi.

Ya, ini adalah hari dimana aku masih belum menyangka kenapa aku bisa sampai di negeri maju yang dekat sekali dengan negara asalku. Karena dari dulu punya mimpi yang besar tapi aku masih insecure untuk mencapainya. Tapi, Tuhanku sungguh Maha-Maha-Maha Mendengar.
Jika ingin tau lebih lanjut kenapa aku di Australia, dan apa yang sedang aku lakukan disini, silakan bisa cek video di Youtube ku karena aku udah jelasin panjang lebar disana.

Walaupun baru satu bulan disini, tapi aku merasakan banyak sekali pengalaman yang belum tentu aku rasakan di Indonesia. Aku akan berikan beberapa poin pengalaman yang paling mengesankan selama satu bulan ini:

1. Mendapatkan Host Family yang nyantai (Aupair)


Jauh dari ekspektasiku untuk menjadi Cleaner dan Baby Sitter yang perfectionist, ternyata mereka adalah keluarga yang nyantai banget soal kebersihan. Mungkin bahasa kotornya mereka punya kebiasaan yang kurang bersih atau rapi. Jadi, setiap aku bersih-bersih yang menurutku itu biasa aja di Indonesia, menurut mereka aku Amaaaziing dan Wonderfullll. Tapi, kekurangannya adalah, ya, karena mereka sangat nyantai dan punya kebiasaan kurang bersih itulah, yang bikin aku setiap saat selalu 'ada' aja yang harus dibersihin. 

2. Rumah Host Family (Aupair) yang Chill banget


Jadi, rumah mereka yang berada di Toowoomba, Queensland, Australia itu berada di pedesaan. Tapi, pedesaan disini beda dengan di Indonesia. Rumah mereka 25 menit dari kota, punya tanah dan halaman depan belakang yang besar, rumah satu lantai yang modern dan kandang kuda yang luas. Karena letak rumahnya di atas, dan tepat sekali melihat sunset, aku jadi bisa chill setiap sore diiringi dengan alunan burung-burung liar dan suara hewan lainnya.

3. Makan dan masak makanan Australia


Pengalaman yang benar-benar baru dan disinilah akhirnya aku memasak HAHAHAHA. Karena sebelumnya ngga bisa masak di Indonesia, tapi disini aku dituntut untuk bisa masak. Makanan Australia itu enak, menurut mereka. Tapi lidahku belum cocok untuk makanan disini. Makanan Indonesia masih jadi yang juara untukkku. Selain murah, juga micin! hahaha..

4. Nyetir Mobil di Australia
Kalo di Bandung, paling ngga mau kalo harus nyetir mobil setiap saat. Karena selain macet. juga banyak kendaraan yang udah kaya mabok dijalan. Ngga tau aturan dan seenaknya aja. Beda dengan di Australia, khususnya di Toowoomba ini. Nyetir disini sungguh sangat chill sekali, ngga ada macet, aturan lalu lintas yang sangat konservatif, dan tentunya masyarakat yang sangaaaat patuh dengan aturan yang dikasih pemerintah. Aku udah bahas soal gimana nyetir mobil di Australia ini, ada di Youtube videoku yang ini.

5. Merasakan ban bocor saat jauh dan sendirian!


Ngga kayak di Indonesia, yang di setiap pinggiran jalan kita bisa menemukan tambal ban. Hari itu lagi zonk sekali karena saat itu aku ngelunturin baju Host Family ku, menghilangkan celana jeans anaknya, lalu ban bocor saat aku nganterin anaknya yang jauh banget dari rumah. Bisa bayangkan, itu jam 7 malam aku sendirian di tempat yang sepi, ngga ada orang sama sekali. Tapi Alhamdulillah akhirnya aku nelpon papanya Hostfam aku untuk datang lalu benerin bannya. Sungguh heart attack..

6. Eksplor jalanan yang bersih dan mirip The Sims!


Akhirnya aku bisa mengatakan bahwa, The Sims is Real! Ternyata referensi Games The Sims itu nyata adanya. Salah satunya mungkin kota di negara yang aku injak ini. Sepanjang jalan, mau itu di desa atau di kota, melihat beberapa pertokoan dan perumahan, lucu dan minimalis layaknya The Sims sungguhan. Bisa bayangkan isi Gallery HP ku ketika aku hunting di jalanan Toowoomba, Australia?

7. Pertama kalinya dapet job casual di bayar $15/hr
Alhamdulillah selain dapet job dari hostfamku, aku juga dapet job cleaning dari tantenya hostfamku. Itulah pertama kalinya aku dapet kerjaan secara langsung (cash on hand) dan disitulah aku pertama kalinya merasakan digaji dengan dollar HAHAHA. Disini, jadi cleaner itu ngga se-hina di Indonesia loh. Disini kita sangat dibutuhkan dan dihargai!

8. Pertama kalinya dekat dan merasakan baiknya Anjing!


Karena aku punya pengalaman buruk dengan anjing, dulu aku pernah dikejar dan digigit. Jadi sampai sekarang aku punya trauma setiap liat anjing. Tapi waktu aku disini, karena hostfam ku punya dua anjing poodle, aku jadi mau gamau harus bisa kenal dan ngurusnya. Dan sekarang, aku merasakan bahwa anjing itu baiiik dan loyal banget. Sama kaya kucing, aku jadi sayang sama mereka dan jadi ngga trauma lagi.





9. Belanja barang opshop (secondhand) di Vinnies


Selain di Indonesia, aku juga penasaran belanja barang Thrift Shop disini. Gimana sih dan berapa rata-rata harganya? Ternyata aku menemukan beberapa di kota ini. Salah duanya Vinnies dan Lifeline. Disana tokonya sangat rapih dan bersih, diatur sedemikian rupa seperti layaknya barang baru. Mereka juga punya program charity disetiap keuntungannya. Daaan aku mendapatkan baju seharga $2 dengan brand yang bagus!

10. Ketemu orang Bandung yang udah 21 tahun tinggal disini!


Entah kebetulan atau memang Tuhanku rencanakan. Aku ketemu sama orang Indonesia yang udah 21 tahun tinggal disini. Ternyata dia orang Bandung, satu halaman denganku!
Dia adalah kenalan dari hostfamily ku selama anaknya sekolah. Karena baru pertama kali ketemu orang Indonesia disini, kita sering ngobrol dan hangout bareng. Karena pengalaman 21 tahunnya yang mengesankan selama disini, aku bikin video soal pengalaman beliau selama disini. Stay tune di Channel Youtube ku yhaa! hahahahah promosi terus.

Sebenernya masih banyak sekali pengalaman yang lain. Tapi karena angkanya udah pas sepuluh, jadi udah aja deh. Untuk kamu yang mau tau lebih lagi soal pengalamanku disini, boleh cek media sosialku ya! Instagram, Youtube, atau Twitter.
Terima Kasih yang udah baca. Pesan dariku, jangan lupa, tugasmu hanya berusaha dan berdoa. Karena jalan hidupmu sudah ada garisnya.

Semoga impianmu tercapai ya!

© The Truth of Feeling
Maira Gall