Tuesday, February 20, 2018

jahatnya jakarta

Panas bercampur dingin di Jakarta malam itu. Damri Bandara Soetta menuju Serpong yang aku nanti tak kunjung datang. Seperti menunggu datangnya malam pertama saat sudah bertukar cincin. Sangat kunantikan, meski aku belum merasakannya.

Setelah dua setengah jam, Damri yang kutunggu akhirnya datang juga. Tak permisi, tak minta maaf, aku pula yang hampirinya. Ia berlaga seperti lelaki kota metropolitan yang sering nongkrong di Mall tembok baja. Sangat jual mahal.

Sunday, February 18, 2018

siluman semut kota kembang

Kamis lalu, aku dan teman-teman sejiwa seraga dan semanusia berjanji bertemu dalam acara yang topiknya sedang asik-asiknya dibahas oleh banyak manusia yang manusiawi di kota kembang ini. Judulnya adalah, "Siluman Pekerja di Kota Kreatif". Terlihat berbahaya memang dari judulnya. Tak jauh dari isi pembahasannya yang terbilang membahayakan jika tidak diselesaikan.


Bisa disebut seperti semut tanpa sarang. Terlihat semrawut ketika mereka membawa makanannya yang entah dibawa kemana. Tak ada tujuan, tak ada 'rumah'. Begitupun pada pekerja kognitif, khususnya di Kota Bandung. Para desainer, editor, fotografer, musikus, penyair, konten kreator, dan lain-lain. Mereka inilah para semut yang tak mempunyai sarang, namun giat mencari makan. 


Tuesday, February 13, 2018

untukmu, aku yang kucari

Kepada Ytsyg.
Aku, yang kau cari

salam, sayang

kemarin, aku dengar, kau mencariku?
sayang,
kau sudah terlalu lama mencari apa yang sebenarnya tak kau cari, mendambakan apa yang sebenarnya tak kau damba.

Saturday, February 10, 2018

bercumbu di rintik malam

pada rintik malam, 
aku bercumbu dalam diam
kelopak yang kubiarkan kusam,
tergenang oleh recikan air yang tertanam


© The Truth of Feeling
Maira Gall