Friday, May 21, 2021

Pulang sebelum pulang.

Pulang yang ku rencanakan ke rumah mungkin bukan rencana yang terbaik. Tahun 2021 ini adalah tahun kedua dimana semua orang di dunia ini masih diikat rekat dengan virus yang tak bisa diurus.
Anak rantau sepertiku, merencanakan pulang secepatnya mungkin bukan solusi. Karena sang rumah belum bisa menjadi tempat singgah.

Tapi saat itu aku berpikir bahwa buka atau tidaknya penerbangan Australia-Indonesia, aku akan tetap pulang. Untuk melanjutkan rencanaku dan bertemu sejenak dengan keluarga yang sudah dua tahun tak bertatap. 

Malam itu videocall berdering dimana Mama menelponku yang sedang bersama Nenek dan Kakek di rumah kecil mereka. Mereka tampak sehat dan tersenyum, menanyakan kabar kapan aku pulang. "Tahun depan", kubilang. "Nenek ingin melihatmu menikah, ayo segera pulang", Kata Nenek.

Aku terdiam. Dan mungkin saat menulis inipun aku masih terdiam. Karena aku bingung, Nenek memintaku untuk pulang. Kenapa Nenek pulang sebelum aku pulang, Nek?

Jumat, 21 Mei 2021.
Nenek Pulang.

Sunday, May 2, 2021

My "New Me"

 Akhir-akhir ini, aku mulai bisa merasakan nyamannya kesendirian. Ternyata, tidak se-menyedihkan itu.

Awalnya, aku sering merasakan sedih, sepi, dan takut akan kesendirian. Mengingat aku tinggal di Australia hampir genap dua tahun, jauh dari semua orang terdekatku selama di Indonesia.

Tidak jarang aku menangis setiap malam, meratapi betapa membosankannya hidup sendirian. Seperti terisolasi di negeri orang. Menjadi minoritas yang minim kapasitas. Padahal, hidup di Australia itu idaman banyak orang. Hanya saja, aku pikir, uang, gaya hidup sehat, rumah yang nyaman, dan alam yang indah, tidak menjamin aku bahagia jika tidak bersama orang yang tercinta.

Aku tidak pernah dalam posisi ini sebelumnya. Aku terbiasa dengan riuh piuh sosial, kebersamaan, kerumunan, komunitas, dan lain sebagainya. Mengingat aku adalah seorang jiwa sosial yang selalu haus untuk berkenalan dengan hal dan orang yang baru. Bersosial adalah makananku sehari-hari agar aku berenergi. Maka tidak wajar jika aku sangat terpukul saat diberi kondisi sebaliknya dari apa yang menjadi "kebiasaan" dan sudah menjadi "karakter" ku pada saat itu. Mungkin dari sinilah, I got my "New Me".


© The Truth of Feeling
Maira Gall