(A Monologue)
24th Gift: Learn how to Listen, Understand, and Own Myself.
Hai, pernahkah kamu, sedikit saja, mendengarkan dirimu sendiri?
Dirimu yang ada di dalam sana, yang biasanya bergumam dan berteriak meronta-ronta pada diri, dengan mengatakan, "bisakah kamu mendengarkanku, sedikit saja?
Kamu seperti berlari tanpa penglihatan. Menelusuri arah tanpa denah. Melalui jalan lurus sementara kamu yang berbelok-belok dan menabrak trotoar, lalu tersadar, "Oh, bukan ini jalannya".
Kamu, terus berlari tanpa penglihatan. Bekerja keras hingga tubuhmu melemas. Tidurmu tak pulas. Batinmu terkuras. Tak sadar bahwa selama ini, kamu berlari tanpa arah. Arah yang seharusnya kamu dengarkan dari dirimu sendiri. Kamu, tidak pernah benar-benar mendengarkan.
Bisakah kamu, menepi sebentar untuk duduk, mendengarkan, dan memahami dirimu sendiri? Yang pada akhirnya kamu akan kembali ke lintasan dengan arah yang tepat sesuai dengan isi hatimu?
Ini bukan tentang apa yang sudah kamu lakukan, apa yang kamu punya saat ini, atau apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Tapi ini tentang kamu, yang memiliki dirimu seutuhnya.
Saat kamu mendengarkan dirimu, disaat itulah kamu tau siapa dirimu, disaat itulah kamu pemilik penuh atas dirimu sendiri. Kamu, adalah tuan dari hidupmu sendiri.
Dengar, pahami, dan miliki dirimu seutuhnya.
No comments
Post a Comment